GIZIadalah hak anak yang harus dipenuhi dan dilindungi seperti yang
diamanatkan Undang-undang Perlindungan Anak tahun 2002 karena gizi penentu kualitas SDM saat ini dan selanjutnya. Sehingga gizi dijadikan indikator indeks HDI (Human Development Index) atau rangking kualitas negara di dunia.

Ironinya, angka balita gizi kurang dan gizi buruk dari tahun ke tahun meningkat di Provinsi Riau, tercatat dari 12.4 persen pada tahun 2004, 14.2 persen pada tahun 2005 dan sedihnya pada tahun 2007 ini meningkat menjadi 19.27 persen (lihat Riau Pos, 22 Mei). Masalah ini harus menjadi perhatian kita semua mengingat masalah gizi merupakan fenomena gunung es artinya masalah sesungguh jauh lebih besar, lebih kurang 3 kali lebih besar dari data terbaca.

Penelitian penulis dengan melakukan penilaian status gizi hampir seluruh balita di dua kecamatan penelitian di Kampar dan Bengkalis membuktikan teori ini. Sudah selayaknya kita semua khususnya Pemprov Riau harus segera mengambil tindakan dan program komprehensif demi menyelamatkan balita dan anak Riau dari kemungkinan lost generation. Waktu berjalan terus, penundaan apalagi pengabaian terhadap masalah gizi dalam waktu singkat Riau akan beresiko mengalami lost generation.


Baca entri selengkapnya »

DEPARTEMEN Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) telah menetapkan sebanyak 15 finalis dosen berprestasi tingkat nasional 2006.

“Kelimabelas dosen finalis ini akan kembali diseleksi tahap akhir yang diselenggarakan 13-18 Agustus 2006 di Jakarta,” kata Dirjen Dikti, Tresna Dermawan Kunaefi, dalam siaran persnya yang diterima Global, Rabu (2/8).

Ke-15 dosen yang ditetapkan Dirjen Dikti tersebut, yakni Prof Dr Sofyan Syafri Harahap Ak MSc (dari USU/Universitas Tri Sakty), Andi ST M Eng PhD (Universitas Kristen Petra Surabaya), Dr dr Zinatul Hayati MKes SpMk (Unsyiah Banda Aceh), Dr Muhammad Nur Dea (Universitas Diponegoro), Dr Ir Zulkarnain MHot Sc (Unjam), Dr Ir Hasriadi Mat Akin MS (Universitas Lampung) dan Dr Ir Sony Heru Priyanto MM (Universitas Kristen Sayta Wacana Salatiga).

Selain itu, Dr Ir Sriani MS (IPB), Dr Ir Sumbangan Baja MPhil (Universitas Hasanuddin), Dr Teguh Prastyo SH MSi (Universitas Slamet Riyadi Surakarta), Drs Choirul Muslim MS PhD (Universitas Bengkulu), Kusno Adi Sambowo ST MSc PhD (Universitas Sebelas Maret), Nachrowi PhD (Universitas Indonesia), Dr Netti Herawati MSi (Universitas Riau) dan Sri Widiyantoro PhD (Institut Teknologi Bandung).

Baca entri selengkapnya »

KEKURANGAN gizi diusia dini 0-6 tahun dapat mengakibatkan otak anak tidak berkembang optimal, fisik yang terbatas, rendahnya daya tahan tubuh terhadap penyakit, beresiko mengalami penyakit degeneratif dan jantung koroner.

Kondisi ini beresiko permanen yang tak dapat dipulihkan kembali sehingga gizi kurang ini dikhawatirkan menyebabkan terjadinya lost generation. Jika ada anak yang mengalami hal tersebut berarti hak azasi anak tersebut telah terengut dan dicampakan karena gizi dan kesehatan merupakan hak yang harus diterima anak. Ternyata lagi-lagi peran ibulah yang dapat mencegah terjadinya lost generation.

Kekurangan gizi yang paling krusial pasca lahir terjadi pada usia dini khususnya pada usia 0-2 tahun. Pasalnya, pada masa ini selain terjadi pembesaran sel otak yang amat pesat, juga masih terjadi pembelahan sel otak untuk melanjutkan 2/3 jumlah sel otak yang telah terbentuk pada saat anak lahir. Ironinya kita masih banyak menemukan bayi 0-2 tahun yang mengalami gizi kurang. Ibu punya andil besar untuk mencegah ini terjadi.

Baca entri selengkapnya »

SETIAP 22 Desember kita merayakan Hari Ibu dalam upaya mengapresiasikan penghargaan terhadap peran ibu dalam banyak hal. Peran ibu memang sangat besar terhadap kualitas bangsa. Status ibu sangat mulia sehingga disebutkan bahwa surga di bawah telapak kaki ibu, ibu adalah tiang agama dan negara, rusak perempuan (baca ibu) rusak juga negara.

Saat ini kualitas Indonesia dibanding negara-negara lain cukup memprihatinkan. Berdasarkan laporan UNDP, Human Development Index (HDI) Indonesia pada 2006, menempati peringkat 106 dari 173 negara yang diteliti. Bahkan rangking Indonesia jauh di bawah negara ASEAN lainnya. Padahal pada 1995, Indonesia berada pada rangking ke-104. Ibu mempunyai andil yang amat besar dalam meningkatkan kualitas Indonesia yang saat ini masih terpuruk. Terdapat tiga masa penting dalam kehidupan manusia yang ternyata menjadi penentu kualitas hidup manusia selanjutnya yaitu masa janin, masa menyusui 0-2 tahun dan masa anak berumur 4-6 tahun. Peran ibu sangat dominan dan menentukan pada masa penting tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Perkembangan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat fantastis. Bayangkan, dalam setahun saja jumlah lembaga PAUD di seluruh Riau meningkat lebih dari 300 persen. Namun sayangnya, kualitas tenaga pendidiknya kebanyakan masih belum memenuhi standar.

”Saat ini di Riau terdapat hampir 600 lembaga PAUD dengan jumlah tenaga sebanyak 2.031 orang. Sayangnya, hanya 7,2 persen saja dari jumlah tenaga pendidik itu yang berlatar belakang pendidikan S1. Padahal, PP nomor 19 mensyaratkan latar belakang tenaga pendidik PAUD minimanl S1,” kata Ketua Pendidik Usia Dini (Himpaudi) Riau, Dr Hj Netti Herawati MSi.

Baca entri selengkapnya »

 

Februari 2012
S S R K J S M
« Mar    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Arsip

Komentar Terakhir

rita on 15 Besar Dosen Berprestasi…

Blog Stats

  • 831 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.