<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>netti herawati weblog</title>
	<atom:link href="http://nettiherawati.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nettiherawati.wordpress.com</link>
	<description>DEMI YANG TERBAIK UNTUK ANAK</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Mar 2008 02:41:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nettiherawati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>netti herawati weblog</title>
		<link>http://nettiherawati.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nettiherawati.wordpress.com/osd.xml" title="netti herawati weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nettiherawati.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mewaspadai Riau &#8220;Lost Generation&#8221;</title>
		<link>http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/mewaspadai-riau-lost-generation/</link>
		<comments>http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/mewaspadai-riau-lost-generation/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 14:17:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nettiherawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nettiherawati.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[GIZIadalah hak anak yang harus dipenuhi dan dilindungi seperti yang diamanatkan Undang-undang Perlindungan Anak tahun 2002 karena gizi penentu kualitas SDM saat ini dan selanjutnya. Sehingga gizi dijadikan indikator indeks HDI (Human Development Index) atau rangking kualitas negara di dunia. Ironinya, angka balita gizi kurang dan gizi buruk dari tahun ke tahun meningkat di Provinsi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nettiherawati.wordpress.com&amp;blog=3042586&amp;post=22&amp;subd=nettiherawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>        GIZI</strong>adalah hak anak yang harus dipenuhi dan dilindungi seperti yang<br />
diamanatkan Undang-undang Perlindungan Anak tahun 2002 karena gizi penentu kualitas SDM saat ini dan selanjutnya. Sehingga gizi dijadikan indikator indeks HDI (Human Development Index) atau rangking kualitas negara di dunia.</p>
<p>Ironinya, angka balita gizi kurang dan gizi buruk dari tahun ke tahun meningkat di Provinsi Riau, tercatat dari 12.4 persen pada tahun 2004, 14.2 persen pada tahun 2005 dan sedihnya pada tahun 2007 ini meningkat menjadi 19.27 persen (lihat Riau Pos, 22 Mei). Masalah ini harus menjadi perhatian kita semua mengingat masalah gizi merupakan fenomena gunung es artinya masalah sesungguh jauh lebih besar, lebih kurang 3 kali lebih besar dari data terbaca.</p>
<p>Penelitian penulis dengan melakukan penilaian status gizi hampir seluruh balita di dua kecamatan penelitian di Kampar dan Bengkalis membuktikan teori ini. Sudah selayaknya kita semua khususnya Pemprov Riau harus segera mengambil tindakan dan program komprehensif demi menyelamatkan balita dan anak Riau dari kemungkinan<i> lost generation</i>. Waktu berjalan terus, penundaan apalagi pengabaian terhadap masalah gizi dalam waktu singkat Riau akan beresiko mengalami<i> lost generation.</i></p>
<p><i></i><br />
<span id="more-22"></span><br />
Gizi kurang, kebodohan dan kemiskinan mempunyai hubungan timbal balik (sinergistik). Anak yang mengalami gizi kurang  mempunyai kapasitas otak yang rendah, rentan sakit, lemah, malas dan kurang kreatif sehingga akan melahirkan SDM yang marjinal dan beban pembangunan. Sebaliknya kebodohan dan kemiskinan dapat melahirkan generasi baru yang  kurang gizi, malas, kurang kreatif dan produktif.</p>
<p>Hal ini akan menjadi salah satu masalah  dan kendala dalam pembangunan ekonomi, moral, agama dan kesejahteraan penduduk.</p>
<p>Sel otak hanya tumbuh sampai umur tiga tahun dengan pemantapan  pembentukan jaringan otak hanya sampai enam tahun saja. Jumlah sel otak akan tumbuh jika bahan pembentuk otak &#8220;zat gizi&#8221; tersedia dalam jumlah dan mutu yang cukup. Itulah sebabnya usia balita disebut <i>The Golden Years</i> karena hanya singkat tapi kritis dan menentukan seumur hidup manusia. Bahkan bersifat pemanen yang sulit diperbaiki paska usia ini. Sedihnya, masih banyak orang beranggapan Investasi dibidang gizi tidak berdampak terhadap investasi ekonomi sehingga sering diabaikan karena dianggap tidak berdampak terhadap peningkatan PAD.</p>
<p>Padahal perbaikan gizi adalah upaya pengentasan kemiskinan yang bersifat sangat fundamental. Baiknya status gizi pada anak balita saat ini akan menghasikan SDM cerdas, sehat dan produktif dimasa yang akan datang. Pada saat usia sekolah, anak menggunakan dana pendidikan dengan efektif karena terhindar dari drop out bahkan berprestasi dengan baik. Anak tidak mudah sakit sehingga pemerintah dapat menekan dana subsidi terhadap kesehatan. Pada saat usia kerja produktifitas meningkat sehingga roda perekonomian negara juga berputar kencang. Kemalasan dan rendahnya kreativitas dapat dieliminir baik pada saat sekolah maupun bekerja.  Jangan lupa kekurangan gizi dapat menyebabkan loyo, mengantuk, konsentrasi menurun, otak bekerja tulalit karena ketiadaan neurotransmitter yang bekerja menyampaikan pesan.  Bahayanya lagi kekurangan gizi dapat menyebabkan orang tempramen, tidak terkontrol dalam bertindak, cepat panik dan mengamuk.</p>
<p>Banyak para ahli berpendapat perbaikan ekonomi bersifat <i>trickle down </i>terhadap masalah lainnya. Peningkatan pendapatan secara otomatis berdampak terhadap perbaikan masalah gizi kurang. Hal ini tidak sepenuhnya benar!  Hasil penelitian penulis menunjukan bahwa terdapat 20 persen di Kampar dan 24.9 persen di Bengkalis penduduk tidak miskin tapi mengalami gizi kurang. Pada penelitian ini penulis menemukan faktor determinan masalah gizi kurang di Riau adalah keadaan wilayah, konsumsi, kualitas ibu dan kualitas pengasuhan. Keadaan wilayah dicerminkan dengan tingkat kerawanan pangan. Semakin tertutup akses pangan suatu wilayah semakin tinggi masalah gizi kurang yang terjadi. Rendahnya tingkat kecukupan konsumsi gizi dan kualitas pengasuhan menjadi penyebab utama masalah gizi balita di Riau. Bukan hanya kekurangan pangan, masalah gizi kurang juga disebabkan oleh keterpaparan infeksi sehingga kualitas lingkungan dan pengasuhan menjadi determinan faktor penting.</p>
<p>Anak keluarga miskin paling beresiko tinggi mengalami gizi kurang. Hasil<br />
penelitian penulis menunjukan konsumsi besi anak balita gizi kurang dari<br />
keluarga miskin di Kabupaten Kampar dan Bengkalis masing-masing baru mencapai 33,3 persen dan 34,8 persen dari standar kebutuhan. Kenyataan yang sama juga ditemukan pada konsumsi posfor, kalsium dan vitamin C masing-masing baru memenuhi 33,3 persen, 44,6 persen, 39,5 persen sedangkan konsumsi energi dan protein masing-masing mencapai 63 persen dan 70,86 persen. Oleh karena itu, Diskes harus melakukan trobosan seperti makana gratis dan peningkatan gizi yang langsung diterima mereka.</p>
<p>Secara keseluruhan rentannya masalah gizi kurang di Riau erat kaitannya dengan kualitas ketahanan pangan di Riau. Konsep ketahanan pangan bukan hanya sekedar penyediaan pangan. Ketahanan pangan didefinisikan sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup dalam jumlah maupun mutunya, aman, merata, terjangkau setiap saat. Terdapat tiga komponen utamanya yaitu ketersediaan dan stabilitas pangan, kemudahan memperoleh pangan dan pemanfaatan pangan. Tiga kondisi isolasi pangan harus dibuka sehingga akses pangan penduduk terwujud yaitu isolasi geografi melalui pembangunan jaringan transportasi dan infrasturuktur; isolasi ekonomi melalui pengentasan kemiskinan serta isolasi sosial.</p>
<p>Harus dipahami masalah gizi kurang dan buruk merupakan masalah kompleks sehingga idealnya program perbaikan gizi kurang di Riau harus dilakukan secara terpadu dan komprehensif dengan program pengentasan kemiskinan dan program terkait lainya. Program gizi terpadu hanya mungkin dijalankan dengan efektif dan terencana jika tersedia sistem informasi masalah pangan, gizi, kemiskinan dan indikator rawan pangan lainnya secara komprehensif yang di-update setiap tahun pada tingkat desa, sehingga memudahkan penetapan target sasaran dan pemantauan keberhasilan program penanggulangan. Kelihatannya ini juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemda Riau. Tema pembangunan K2I di Riau sudah sangat strategis untuk mengatasi masalah ini sekarang tinggal komitmen kita dalam implementasinya dengan program aksi efektif dan komprehensif dalam memenuhi hak anak Riau.***</p>
<p><i>dimuat di <strong>Riau Pos</strong>, 23 Mei 2007</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nettiherawati.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nettiherawati.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nettiherawati.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nettiherawati.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nettiherawati.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nettiherawati.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nettiherawati.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nettiherawati.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nettiherawati.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nettiherawati.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nettiherawati.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nettiherawati.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nettiherawati.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nettiherawati.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nettiherawati.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nettiherawati.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nettiherawati.wordpress.com&amp;blog=3042586&amp;post=22&amp;subd=nettiherawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/mewaspadai-riau-lost-generation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7147dea61337e6205c07e9190fd35251?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nettiherawati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>15 Besar Dosen Berprestasi Nasional</title>
		<link>http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/15-besar-dosen-berprestasi-nasional/</link>
		<comments>http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/15-besar-dosen-berprestasi-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 13:46:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nettiherawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[liputan media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nettiherawati.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[DEPARTEMEN Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) telah menetapkan sebanyak 15 finalis dosen berprestasi tingkat nasional 2006. &#8220;Kelimabelas dosen finalis ini akan kembali diseleksi tahap akhir yang diselenggarakan 13-18 Agustus 2006 di Jakarta,&#8221; kata Dirjen Dikti, Tresna Dermawan Kunaefi, dalam siaran persnya yang diterima Global, Rabu (2/8). Ke-15 dosen yang ditetapkan Dirjen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nettiherawati.wordpress.com&amp;blog=3042586&amp;post=19&amp;subd=nettiherawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img ALIGN="left" HEIGHT="191" WIDTH="150" VSPACE="10" HSPACE="10" BORDER="1" SRC="http://nettiherawati.files.wordpress.com/2008/03/netti11.jpg" /><strong>DEPARTEMEN</strong> Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) telah menetapkan sebanyak 15 finalis dosen berprestasi tingkat nasional 2006.</p>
<p>&#8220;Kelimabelas dosen finalis ini akan kembali diseleksi tahap akhir yang diselenggarakan 13-18 Agustus 2006 di Jakarta,&#8221; kata Dirjen Dikti, Tresna Dermawan Kunaefi, dalam siaran persnya yang diterima Global, Rabu (2/8).</p>
<p>Ke-15 dosen yang ditetapkan Dirjen Dikti tersebut, yakni Prof Dr Sofyan Syafri Harahap Ak MSc (dari USU/Universitas Tri Sakty), Andi ST M Eng PhD (Universitas Kristen Petra Surabaya), Dr dr Zinatul Hayati MKes SpMk (Unsyiah Banda Aceh), Dr Muhammad Nur Dea (Universitas Diponegoro), Dr Ir Zulkarnain MHot Sc (Unjam), Dr Ir Hasriadi Mat Akin MS (Universitas Lampung) dan Dr Ir Sony Heru Priyanto MM (Universitas Kristen Sayta Wacana Salatiga).</p>
<p>Selain itu, Dr Ir Sriani MS (IPB), Dr Ir Sumbangan Baja MPhil (Universitas Hasanuddin), Dr Teguh Prastyo SH MSi (Universitas Slamet Riyadi Surakarta), Drs Choirul Muslim MS PhD (Universitas Bengkulu), Kusno Adi Sambowo ST MSc PhD (Universitas Sebelas Maret), Nachrowi PhD (Universitas Indonesia), <strong>Dr Netti Herawati MSi (Universitas Riau)</strong> dan Sri Widiyantoro PhD (Institut Teknologi Bandung).</p>
<p><span id="more-19"></span></p>
<p>Sedangkan seleksi tahap awal pemilihan dosen berprestasi tingkat nasional dilakukan pada 17-18 Juli 2006. Kepada 15 finalis dosen berprestasi ini diminta segera menyiapkan karya tulis dan bahan presentase sesuai dengan karya prestatif yang dibanggakan.</p>
<p>Karya tulis harus disiapkan rangkap tujuh, paling lambat diterima panitia 4 Agustus 2006 dan ditujukan ke Direktur Akademik Ditjen Dikti, D/A Wisma Aldiron Dirgantara Jalan Gatot Subroto No 72 Pancoran Jakarta.***</p>
<p><i><strong>Harian Global</strong>, Medan, 4 Agustus 2006 </i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nettiherawati.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nettiherawati.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nettiherawati.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nettiherawati.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nettiherawati.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nettiherawati.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nettiherawati.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nettiherawati.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nettiherawati.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nettiherawati.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nettiherawati.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nettiherawati.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nettiherawati.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nettiherawati.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nettiherawati.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nettiherawati.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nettiherawati.wordpress.com&amp;blog=3042586&amp;post=19&amp;subd=nettiherawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/15-besar-dosen-berprestasi-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7147dea61337e6205c07e9190fd35251?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nettiherawati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cegah &#8220;Lost Generation&#8221;</title>
		<link>http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/cegah-lost-generation/</link>
		<comments>http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/cegah-lost-generation/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 13:25:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nettiherawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/cegah-lost-generation/</guid>
		<description><![CDATA[KEKURANGAN gizi diusia dini 0-6 tahun dapat mengakibatkan otak anak tidak berkembang optimal, fisik yang terbatas, rendahnya daya tahan tubuh terhadap penyakit, beresiko mengalami penyakit degeneratif dan jantung koroner. Kondisi ini beresiko permanen yang tak dapat dipulihkan kembali sehingga gizi kurang ini dikhawatirkan menyebabkan terjadinya lost generation. Jika ada anak yang mengalami hal tersebut berarti hak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nettiherawati.wordpress.com&amp;blog=3042586&amp;post=18&amp;subd=nettiherawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEKURANGAN</strong> gizi diusia dini 0-6 tahun dapat mengakibatkan otak anak tidak berkembang optimal, fisik yang terbatas, rendahnya daya tahan tubuh terhadap penyakit, beresiko mengalami penyakit degeneratif dan jantung koroner.</p>
<p>Kondisi ini beresiko permanen yang tak dapat dipulihkan kembali sehingga gizi kurang ini dikhawatirkan menyebabkan terjadinya lost generation. Jika ada anak yang mengalami hal tersebut berarti hak azasi anak tersebut telah terengut dan dicampakan karena gizi dan kesehatan merupakan hak yang harus diterima anak. Ternyata lagi-lagi peran ibulah yang dapat mencegah terjadinya lost generation.</p>
<p>Kekurangan gizi yang paling krusial pasca lahir terjadi pada usia dini khususnya pada usia 0-2 tahun. Pasalnya, pada masa ini selain terjadi pembesaran sel otak yang amat pesat, juga masih terjadi pembelahan sel otak untuk melanjutkan 2/3 jumlah sel otak yang telah terbentuk pada saat anak lahir. Ironinya kita masih banyak menemukan bayi 0-2 tahun yang mengalami gizi kurang. Ibu punya andil besar untuk mencegah ini terjadi.</p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p>Bayi usia 0-2 tahun mengalami pertumbuhan yang amat pesat. Bayangkan dalam 3 bulan saja sejak lahir, berat badan bayi meningkat dua kali lipat dari berat lahirnya. Pertumbuhan yang cepat inilah yang menyebabkan keperluan zat gizi per kilogram berat badan, bayi paling besar dibanding usia selanjutnya.</p>
<p>Sementara kondisi pencernaan bayi baru lahir belum terbentuk sempurna sehingga bayi memerlukan makanan yang dapat diserap hampir 100 persen agar alat pencernaannya tidak bekerja keras untuk mengeluarkan sisa makanan yang tidak dapat dicerna. Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik dan paling cocok bagi bayi. Komposisi ASI sangat sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi yang belum sempurna. ASI dapat memenuhi semua kebutuhan gizi anak sampai anak berumur 4-6 bulan. ASI punya peran penting bagi tumbuh kembang manusia khususnya dimasa krusial 0-24 bulan.</p>
<p>Belajar dari sejarah nabi, tampak dengan jelas bahwa nabi-nabi selalu disusui oleh ibunya sendiri atau ibu susuannya. Nabi Musa yang dipisahkan dari ibunya, dipertemukan Allah kembali dan disusui oleh ibunya sendiri. Nabi Muhammad mempunyai ibu susuan ketika ibu kandungnya tidak bisa memberikannya. Bukan tanpa maknalah, Allah menurunkan ayat Alquran agar ibu menyusui bayinya: ”Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan&#8230;” (QS, Al Baqarah, 2:233). Penyusuan yang sempurna sampai anak berumur 2 tahun. Hal ini selaras dengan proses pertambahan sel otak yang dapat dikatakan berlangsung sempurna pada usia 0-2 tahun.</p>
<p>Fungsi ASI begitu menakjubkan, karena ibu yang tidak mengkonsumsi Omega-3 ternyata kandungan ASI-nya mengandung Omega-3. Sampai usia 2 tahun, anak mendapat 30-40 persen sumber energi dari asam lemak dan jumlah asam lemak esensial tercukupi dari air susu ibu. James W. Anderson, seorang ahli dari Universitas Kentucky, membuktikan bahwa IQ (tingkat kecerdasan) bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi yang diberikan susu formula. Berdasarkan hasil penelitian ini ditetapkan bahwa ASI yang diberikan hingga 6 bulan bermanfaat bagi kecerdasan bayi, dan anak yang disusui hanya kurang dari 8 minggu tidak memberikan manfaat pada IQ.</p>
<p>Tuhan Maha Penyayang sehingga memberikan sesuatu sesuai keperluan makhluknya. Air Susu setiap makhluk mamalia disesuaikan dengan kebutuhan bayi mamalia tersebut. 50 persen susu ikan paus terdiri dari lemak untuk menjamin keperluan energinya karena tinggal di air dingin. Susu kelinci mengandung protein sangat tinggi karena bayi kelinci hanya menyusu sekali sehari. Hal itu berbeda dengan bayi manusia yang menyusu setiap saat sehingga proteinnya relatif rendah hanya 19 persen.</p>
<p>Susu sapi mengandung kalsium 4 kali lebih besar dibanding ASI. Ketika lahir anak sapi bisa berdiri sedangkan anak manusia tidak. Keeperluan mineral sapi lebih tinggi untuk pertumbuhannya. Sebaliknya manusia memiliki karakteristik pertumbuhan dan pencernaan yang berbeda dengan hewan sehingga kandungan ASI-lah zat gizi yang paling tepat dan cocok untuk anak manusia. Kandungan gizi lebih rendah tapi daya cernanya tinggi. Ketika ibu menggantikan ASI dengan susu sapi maka yang terjadi adalah ginjal akan bekerja keras untuk membuang kelebihan zat gizi yang tidak bisa diserap. Hal ini nampak dari pipis dan berak pada bayi yang diberi susu formula nyata lebih bau dengan frekwensi lebih sering</p>
<p>Berbagai hasil penelitian dari waktu ke waktu memperkuat tak ada satu makananpun di dunia ini yang dapat menandingi kelebihan ASI. Kandungan protein ASI lebih rendah dibanding susu sapi namun mencukupi keperluan bayi. Jenis protein ASI mudah dicerna sehingga tidak menjadi beban bagi ginjal bayi yang belum sempurna. Rasio whey/protein pada ASI 60/40 sedangkan pada Susu Sapi 20/30.</p>
<p>Rasio protein ASI ini menguntungkan bagi bayi karena whey protein lebih mudah dicerna. Kandungan karbohidrat yang relatif tinggi dalam ASI terutama laktosa diperlukan untuk pertumbuhan sistem syaraf selain itu diperlukan juga untuk absorbsi protein dan pertumbuhan bakteri usus. Laktosa melalui proses fermentasi akan diubah menjadi asam laktat. Suasana asam dalam usus bayi akan menghambat pertumbuhan bakteri patogen sebaliknya memacu pertumbuhan mikrorganisme yang berperan dalam sisntesis vitamin B-Kompleks. Kondisi inilah yang menyebabkab Tuhan menitipkan ASI kepada setiap ibu hamil.</p>
<p>Selain itu ASI mengandung Zn yang tidak saja diperlukan untuk tumbuh kembang otak tapi juga berfungsi sebagai zat imun dan merupakan unsur dari lebih 200 enzim penting Kandungan zat imun dan Zn ini melimpah pada kolostrum atau susu yang pertama kali keluar.</p>
<p>Kandungan Zn ASI dapat mencapai 20 mg per liter. Gangguan yang disebabkan oleh bakteri Pneumococcus dan dikenal sebagai pneumonia berhasil dengan mudah dihentikan oleh ASI. Di banyak negara ditemukan bahwa pemberian susu formula terkait dengan tingkat kematian bayi akibat diare.</p>
<p>ASI juga mampu menumbuhkan ikatan emosional kasih sayang antara ibu dan bayi. Melalui pemberian ASI kelekatan ibu dan anak semakin erat dan jalinan ini akan melekat terus sampai anak dewasa. Beberapa ahli anak menyebutkan tingginya kasus-kasus kenakalan remaja dan penggunaan narkoba juga terkait dengan rendahnya kelekatan ibu dan anak yang dimulai ketika anak tidak mendapatkan ASI.</p>
<p>Ibu, berikanlah hak anak dengan menyusui anakmu! Bukan saja akan menyelamatkan anak dari kematian, rendahnya kecerdasan, infeksi penyakit, resiko penyakit kanker, jantung dan ginjal pada anak dimasa dewasa ternyata ASI juga memberikan manfaat penting untuk ibu. Dalam satu hadis disebutkan: Allah memberikan keutamaan pada ibu yang menyusui bayi dengan menganugerahkan ibu satu pahala pada saat anak mengisap dan satu pahala pada saat anak menelan ASI.</p>
<p>Luar biasa keutamaan yang diperoleh ibu selama menyusui 24 bulan bayinya! Sehari semalam ibu bisa menyusui sampai 18 kali dengan jumlah isapan dan telanan lebih dari 100 kali setiap kali menyusui. Sebaliknya jika ibu tidak memberikan ASI, ibu beresiko tinggi mengalami kanker payudara. Untuk itu, jalanilah indahnya menjadi ibu. Mari kita sama-sama meningkatkan kualitas SDM bangsa dengan memfungsikan peran kita sesungguhnya sebagai seorang ibu.***</p>
<p><i>dimuat di <strong>Riau Pos</strong>, Desember 2007</i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nettiherawati.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nettiherawati.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nettiherawati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nettiherawati.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nettiherawati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nettiherawati.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nettiherawati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nettiherawati.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nettiherawati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nettiherawati.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nettiherawati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nettiherawati.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nettiherawati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nettiherawati.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nettiherawati.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nettiherawati.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nettiherawati.wordpress.com&amp;blog=3042586&amp;post=18&amp;subd=nettiherawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/cegah-lost-generation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7147dea61337e6205c07e9190fd35251?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nettiherawati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibu Penentu Kualitas Bangsa</title>
		<link>http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/ibu-penentu-kualitas-bangsa/</link>
		<comments>http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/ibu-penentu-kualitas-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 13:17:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nettiherawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/ibu-penentu-kualitas-bangsa/</guid>
		<description><![CDATA[SETIAP 22 Desember kita merayakan Hari Ibu dalam upaya mengapresiasikan penghargaan terhadap peran ibu dalam banyak hal. Peran ibu memang sangat besar terhadap kualitas bangsa. Status ibu sangat mulia sehingga disebutkan bahwa surga di bawah telapak kaki ibu, ibu adalah tiang agama dan negara, rusak perempuan (baca ibu) rusak juga negara. Saat ini kualitas Indonesia dibanding [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nettiherawati.wordpress.com&amp;blog=3042586&amp;post=17&amp;subd=nettiherawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SETIAP</strong> 22 Desember kita merayakan Hari Ibu dalam upaya mengapresiasikan penghargaan terhadap peran ibu dalam banyak hal. Peran ibu memang sangat besar terhadap kualitas bangsa. Status ibu sangat mulia sehingga disebutkan bahwa surga di bawah telapak kaki ibu, ibu adalah tiang agama dan negara, rusak perempuan (baca ibu) rusak juga negara.</p>
<p>Saat ini kualitas Indonesia dibanding negara-negara lain cukup memprihatinkan. Berdasarkan laporan UNDP, Human Development Index (HDI) Indonesia pada 2006, menempati peringkat 106 dari 173 negara yang diteliti. Bahkan rangking Indonesia jauh di bawah negara ASEAN lainnya. Padahal pada 1995, Indonesia berada pada rangking ke-104. Ibu mempunyai andil yang amat besar dalam meningkatkan kualitas Indonesia yang saat ini masih terpuruk. Terdapat tiga masa penting dalam kehidupan manusia yang ternyata menjadi penentu kualitas hidup manusia selanjutnya yaitu masa janin, masa menyusui 0-2 tahun dan masa anak berumur 4-6 tahun. Peran ibu sangat dominan dan menentukan pada masa penting tersebut.</p>
<p><span id="more-17"></span></p>
<p>Kehamilan merupakan masa awal yang penting dan menentukan selanjutnya. Kualitas janin yang dilahirkan sangat ditentukan kualitas kehamilan yang dijalankan ibu selama kehamilan. Sesayang apapun sang ayah pada janin namun hanya ibulah yang mempunyai hubungan langsung dengan janin karena secara biologis anak dikandung selama 9 bulan di rahim ibu dan setelah dilahirkan akan disusui dan diasuh oleh ibu. Melalui Ibulah anak mendapatkan nutrisi untuk kehidupannya, untuk pembentukan otaknya, untuk menumbuhkan seluruh organ tubuhnya. Bahkan melalui komunikasi ibu dan janin yang berkualitas selama kehamilan akan menstimulasi kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual anak. Selama sembilan bulan ibu tak terpisahkan dari janinnya. Setiap helaan nafasnya, setiap suara yang diucapkannya, setiap pangan yang dikonsumsinya akan lansung diterima janin dalam kandungan.</p>
<p>Kecerdasan erat kaitannya dengan tumbuh kembang otak. Berbeda dengan pola pertumbuhan organ tubuh lainnya, pola pertumbuhan otak menunjukkan sebagian besar pertumbuhannya terjadi selama masa janin.Terdapat dua titik utama dalam pertumbuhan otak. Pertama, sekitar masa kehamilan 32 minggu, kedua sekitar anak berumur 15 bulan. Gizi yang cukup selama kehamilan akan menghasilkan bayi dengan berat otak dan jumlah sel otak yang optimal. Pada saat lahir 2/3 jumlah sel otak telah terbentuk tapi berat otak baru mencapai sepertiganya. Hal ini memberikan indikasi bahwa sebagian besar pembelahan sel otak terjadi pada saat janin dalam kandungan dan sebagian besar proses pembesaran masing-masing sel otak dilakukan setelah lahir.</p>
<p>Kekurangan gizi pada saat janin dalam kandungan beresiko mengalami ketidakmampuan belajar yang akan terus berlansung seumur hidupnya, tidak peduli apapun yang dilakukan kemudian untuk memperbaiki kekurangan gizi tersebur karena saat janin terjadi pembelahan sel otak. Dalam kandungan, sel-sel otak janin bertambah banyak dengan kecepatan sekitar 250 ribu sel setiap menit dan bila ibu hamil kekurangan gizi, jumlah sel otak anak yang dilahirkannya bisa separuh saja dari yang dimiliki anak sehat. Itulah sebabnya mengapa masa janin disebut masa kritis yang menetukan karena saat ini merupakan fase pesat tumbuh-kembang, pada saat ini terjadi pembelahan sekaligus pembesaran sel otak.</p>
<p>Michael-Crawford, seorang profesor asal skotlandia yang telah meneliti lebih dari sepuluh tahun tentang pengaruh nutrisi pada pertumbuhan otak bayi dan janin menyatakan: ”Setiap kali kami menemukan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), lingkar kepala kecil dan intelegensi rendah, kami pasti menemukan ibunya mengalami kekurangan sejumlah besar zat gizi, sebelum dan selama kehamilan. Janin cukup umur, bukan prematur, yang BBLR mengindikasikan kehamilan yang kurang berkualitas. Menurut Depkes, janin dikategorikan BBLR jika berat lahirnya di bawah 2500 gram. Kasus BBLR masih cukup tinggi di Indonesia berkisar antara 7-16 persen selama periode 1986-1999.</p>
<p>Demikian juga dari studi terserak yang menunjukkan angka BBLR antara 10-16 persen. Jika proporsi ibu hamil yang akan melahirkan bayi adalah 2,5 persen dari total penduduk, maka setiap tahun diperkirakan 355.000 sampai 710.000 dari 5 juta bayi lahir dengan kondisi BBLR. Kejadian BBLR ini erat kaitannya dengan gizi kurang pada ibu sebelum dan selama kehamilan.</p>
<p>Berbagai penelitian sudah membuktikan dampak negatif BBLR terhadap kualitas bayi selanjutnya. IQ anak BBLR pada usia 6-8 tahun lebih rendah sekitar 10 point dibandingkan anak seusianya dengan berat lahir normal dan juga menunjukan kemampuan dasar yang rendah dalam membaca huruf dan berhitung bahkan juga ditemukan anak BBLR dapat menderita gangguan neurologik seperti hiperaktif. Pertumbuhan bayi BBLR lebih lambat dibanding bayi normal sehingga anak tumbuh menjadi lebih kurus dan lebih pendek. Tidak hanya berdampak pada kecerdasan dan hambatan pertumbuhan, ternyata bayi BBLR juga mempunyai respon imunitas yang sangat rendah sehingga bayi BBLR lebih rentan sakit. Dampak yang serius dapat berkesinambungan sampai usia dewasa. Penyakit kronik degeneratif seperti diabetes dan jantung koroner pada usia dewasa ternyata telah diprogram sejak janin dalam kandungan dan hasil penelitian Barker (1996) menemukan ternyata bayi BBLR mempunyai resiko 2-18 kali lebih besar dibanding bayi lahir dengan berat normal.</p>
<p>Kecerdasan, penyakit dan gangguan fisik manusia setelah lahir, yang merupakan bagian dari kualitas SDM ternyata telah diprogram sejak janin. Ibu yang berkualitas yang didukung dengan suami dan keluarga yang penuh kasih, program pemerintah yang peduli pada ibu hamil serta lingkungan yang sehat akan menghasilkan bayi yang berkualitas yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas SDM dan daerah secara makro. Peringatan hari ibu sesungguhnya adalah memuliakan ibu dan pada saat yang sama para ibu juga mengintrospeksi diri tentang amanah yang harus dijalankan sebagai seorang ibu. Masa depan bangsa ini, di tangan ibu.***</p>
<p><i>dimuat di <strong>Riau Pos</strong>, Senin, 24 Desember 2007 </i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nettiherawati.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nettiherawati.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nettiherawati.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nettiherawati.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nettiherawati.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nettiherawati.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nettiherawati.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nettiherawati.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nettiherawati.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nettiherawati.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nettiherawati.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nettiherawati.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nettiherawati.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nettiherawati.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nettiherawati.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nettiherawati.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nettiherawati.wordpress.com&amp;blog=3042586&amp;post=17&amp;subd=nettiherawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/ibu-penentu-kualitas-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7147dea61337e6205c07e9190fd35251?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nettiherawati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesejahteraan Pendidik PAUD Masih Memprihatinkan</title>
		<link>http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/kesejahteraan-pendidik-paud-masih-memprihatinkan/</link>
		<comments>http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/kesejahteraan-pendidik-paud-masih-memprihatinkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 04:07:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nettiherawati</dc:creator>
				<category><![CDATA[liputan media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nettiherawati.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat fantastis. Bayangkan, dalam setahun saja jumlah lembaga PAUD di seluruh Riau meningkat lebih dari 300 persen. Namun sayangnya, kualitas tenaga pendidiknya kebanyakan masih belum memenuhi standar. &#8221;Saat ini di Riau terdapat hampir 600 lembaga PAUD dengan jumlah tenaga sebanyak 2.031 orang. Sayangnya, hanya 7,2 persen saja dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nettiherawati.wordpress.com&amp;blog=3042586&amp;post=4&amp;subd=nettiherawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img SRC="http://nettiherawati.files.wordpress.com/2008/03/netti.jpg" BORDER="1" HSPACE="10" VSPACE="10" WIDTH="250" HEIGHT="211" ALIGN="left" /><strong>Perkembangan</strong> lembaga Pendidikan Anak Usia Dini  (PAUD) sangat fantastis. Bayangkan, dalam setahun saja jumlah lembaga PAUD di seluruh Riau meningkat lebih dari 300 persen. Namun sayangnya, kualitas tenaga pendidiknya kebanyakan masih belum memenuhi standar.</p>
<p>&#8221;Saat ini di Riau terdapat hampir 600 lembaga PAUD dengan jumlah tenaga sebanyak 2.031 orang. Sayangnya, hanya 7,2 persen saja dari jumlah tenaga pendidik itu yang berlatar belakang pendidikan S1. Padahal, PP nomor 19 mensyaratkan latar belakang tenaga pendidik PAUD minimanl S1,&#8221; kata Ketua Pendidik Usia Dini (Himpaudi) Riau, Dr Hj Netti Herawati MSi.</p>
<p><span id="more-4"></span></p>
<p>Bahkan yang cukup memprihatinkan, ujar Netti kepada wartawan, Sabtu (1/3) kemarin, masih ada tenaga pendidik PAUD di Riau yang berlatar belakang pendidikan hanya SMP atau sederajat.</p>
<p>&#8221;Inilah masalah utama pendidikan PAUD di Riau saat ini. Banyak pendidik yang belum memahami konsep yang benar dan operasional pembelajaran yang standar, sehingga dikhawatirkan stimulasi pembelajaran tidak optimal dalam membentuk kecerdasan spiritual, emosional dan intelektual anak,&#8221; kata Netti, yang juga Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Riau.</p>
<p>Karena itulah, sambung Netti, dalam kegiatan Sosialisasi dan Workshop Pendidikan Untuk Semua (PUS) yang dilaksanakan 24-25 Februari 2008 lalu di Hotel Mutiara Merdeka, Forum PAUD dan Himpaudi se-Riau sepakat untuk memperjuangkan kesejahteraan sekaligus kualitas pendidik usia dini.</p>
<p>Kegiatan sosialiasi dan workshop yang dibuka Gubernur Riau HM Rusli Zainal diwakili Kadis Pendidikan Riau HM Wardan MPd dan dihadiri Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknas tersebut diikuti 600 tenaga pendidik PAUD seluruh Riau.</p>
<p>Agenda lain yang dilaksanakan bersempena kegiatan tersebut, kata Netti yang merupakan sekretaris panitia, adalah temu ramah Dirjen Pendidikan Nonformal dan Informal Depdiknasdan dengan Gubri dan para pendidik PAUD anggota Himpaudi.</p>
<p>Dalam kegiatan yang berlangsung dua hari itu, juga diisi dengan Rapat Koordinasi PAUD se-Riau yang dihadiri perwakilan tiga komponen penting PAUD, yaitu Kepala Subdin Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan, Ketua Himpaudi dan Ketua Forum PAUD Riau, serta Perwakilan Forum PAUD dari 11 kabupaten/kota.</p>
<p>&#8221;Salah tema yang cukup ramai didiskusikan dalam Rakor ini adalah masalah pembinaan tenaga pendidik PAUD, baik yang lama maupun yang baru. Sekarang ini kan PAUD sudah menjamur dengan kecepatan yang sangat fantatis di Riau. Dalam setahun saja, jumlahnya meningkat sampai 300 persen,&#8221; kata Netti.</p>
<p>Masalahnya, sebagian besar para tenaga pendidik PAUD ini masih belum memenuhi standar sebagaimana yang disyaratkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19, di mana tenaga pendidik PAUD minimal lulusan S1. &#8221;Banyak pendidik yang belum memahami konsep yang benar dan operasional pembelajaran yang standar. Kita kuatir stimulasi pembelajaran tidak standar,&#8221; kata dosen Unri itu.</p>
<p>Konsep bermain masih sering diabaikan para pendidik PAUD. Pendidikan lebih difokuskan pada kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung) saja. &#8221;Masih banyak lembaga PAUD yang melakukan pembelajaran tidak mengacu pada Menu Generik Pembelajaran PAUD, pedoman kurikulum dari Depdiknas,&#8221; katanya.</p>
<p>Karena itu, lanjut Netti, salah satu rekomendasi penting dari  peserta Rakor adalah, menargetkan pada tahun 2009 nanti semua tenaga pendidik PAUD di Riau telah mendapatkan pembekalan. &#8221;Ini memang target yang terlalu berani, tapi kami merasa perlu memperjuangkan ini. Karena kesalahan mendidik pada usia dini akan membentuk kepribadian dan kemampuan belajar seumur hidup manusia.  Salah menidik, maka salah pula anak didik yang dihasilkan nantinya,&#8221; kata dia.</p>
<p><img ALIGN="right" HEIGHT="166" WIDTH="250" VSPACE="10" HSPACE="10" BORDER="1" SRC="http://nettiherawati.files.wordpress.com/2008/03/paud1.jpg" />Selain itu, Rakor juga merekomendasikan agar pemerintah, baik Pemprov Riau maupun Pemko dan Pemkab se-Riau memperhatikan peningkatan kualitas tenaga pendidik PAUD dengan memberikan pelatihan maupun beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1.</p>
<p>Masalah kesejahteraan tenaga pendidik PAUD juga perlu mendapat perhatian Pemprov, Pemko dan Pemkab. &#8221;Masalah kesejahteraan ini memang masih sangat memprihatinkan. Rata-rata insentif tenaga pendidik PAUD di Riau hanya Rp150.000 sampai Rp300.000 perbulan. Bahkan masih ada yang Rp50.000 sebulan. Padahal tugas mereka lebih berat dari seorang dosen, karena harus mengajarkan sembilan kecerdasan pada anak yang masih dalam usia emas,&#8221; kata Netti.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Forum PAUD Dra Hj Septina Primawati Rusli MM, dalam kesempatan itu mengatakan, peningkatan kesejahteraan dan kualitas pendidik PAUD sudah saatnya menjadi fokus utama. Ia menghimbau para Ketua Forum PAUD Kabupaten/Kota yang juga ibu bupati atau ibu wali kota untuk melakukan pembekalan pendidik PAUD sehingga bisa melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.<br />
&#8221;Anak adalah masa depan bangsa dan amanah Allah. PAUD bermutu di Riau akan memajukan kualitas dan marwah negeri Melayu,&#8221; katanya.<strong>***</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/nettiherawati.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/nettiherawati.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nettiherawati.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nettiherawati.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nettiherawati.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nettiherawati.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nettiherawati.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nettiherawati.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nettiherawati.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nettiherawati.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nettiherawati.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nettiherawati.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nettiherawati.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nettiherawati.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nettiherawati.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nettiherawati.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nettiherawati.wordpress.com&amp;blog=3042586&amp;post=4&amp;subd=nettiherawati&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nettiherawati.wordpress.com/2008/03/03/kesejahteraan-pendidik-paud-masih-memprihatinkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7147dea61337e6205c07e9190fd35251?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">nettiherawati</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
